Minggu, 17 November 2013

Makna Surat Al Ashr

Selamat sore semuanya. Hari ini sedang turun hujan, kira-kira ada 2 jam lebih hujannya. Hujan-hujan begini enaknya tidur atau nonton tv, tapi dari pada tidur atau nonton tv, lebih baik kita sama-sama belajar agama yuk.

Kali ini saya akan mengangkat tema tentang makna Surat Al Ashr. Surat Al Ashr adalah sebuah surat pendek dalam Al Qur'an, yang berjumlah tiga ayat dan termasuk surat Makkiyah / yang di turunkan di kota Makkah. Berikut ini lafatznya

وَٱلْعَصْرِ.  إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ.  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ

Demi masa.   Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,   kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Al Ashr sendiri bermakna masa, yang mana di dalamnya aktifitas anak cucu adam berlangsung di dalamnya, baik dalam wujud kebaikan atau keburukan. Imam Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam, kata Al Ashr berarti shalat Ashar. dan yang populer adalah pendapat yang pertama.

Dengan demikian Allah swt bersumpah, dengan masa tersebut bahwa manusia itu dalam kerugian, benar-benar merugi dan binasa  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh,  dengan demikian Allah memberikan pengecualian dari kerugian itu bagi orang-orang yang beriman dengan hati mereka dan mengerjakan amal shalih dengan anggota tubuh mereka. dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran. yakni mewujudkan semua bentuk ketaatan dan meninggalkan semua yang di haramkan.  dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. Yakni bersabar atas segala macam cobaan, takdir serta gangguan yang di lancarkan kepada orang-orang yang menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar.

Demikian sedikit dari apa kandungan atau makna dari pada Surat Al Ashr, semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Rabu, 13 November 2013

keutamaan surat al ikhlas

selamat malam semuanya. apa kabar? semoga tetap sehat semua. maaf baru bisa nulis lagi ini. kali ini saya akan mengambil tema tentang surat al ikhlas.

surat al ikhlas adalah surat ke 112 dalam al qur'an. makna al ikhlas sendiri adalah memurnikan ke esaan Allah. surat ini termasuk makiyah, yang terdiri dari 4 ayat. ayat - ayat dalam surat ini secara khusus menunjukkan bahwa Allah swt adalah Dzat yang tidak ada yang bisa menyamai / bahkan melebihi kekuasaanNya.

kenapa surat ini di turunkan? dan apa yang melatar belakanginya? Surat Al-Ikhlash diturunkan untuk menjawab sebuah pertanyaan. Berikut ini adalah asbabun-nuzul (sebab turunnya) Surat Al-Ikhlash

Dakwah Rasulullah di Mekkah mendapat banyak sekali tantangan, termasuk ancaman pembunuhan.  Saat Rasulluhah berhasil keluar dari Mekkah dalam perjalanan hijrahnya ke Madinah, ancaman pembunuhan pun masih tetap ada. 

Kaum kafir Quraisy mengadakan pertemuan di Darun Dadwah untuk menangkap Rasulullah dan membawa ke hadapan mereka. Lalu mereka sepakat bahwa siapapun yang berhasil menangkapMuhammad, hidup atau mati, akan diberi hadiah 100 unta merah, 100 jariyah dari Rum, dan 100 kuda Arab. Lalu seorang laki-laki bernama Suroqoh menyatakan kesediaannya.

Singkatnya, Suroqoh dengan berhasil mengejar Rasulullah yang dalam perjalanan ke Madinah. Sebenarnya Malaikat Jibril telah turun dan berkata pada Rasulullah,”Wahai Rasulullah, Allah telah menundukkan bumi ini untuk mentaati perintahmu.”

Maka saat Suroqoh tepat berada di belakang Rasulullah sambil menghunus pedangnya, tiba-tiba ia terjatuh, dan terperosok ke dalam bumi. Sementara itu Rasulullah pura-pura tidak tahu dan melanjutkan perjalanan.

Lalu Suroqoh memanggil,”Hai Muhammad, tolonglah aku. Aku tidak akan membunuhmu. Marilah kita berdamai.”

Rasulullah pun menolong Suroqoh. Namun setelah selamat, Suroqoh malah kembali menghunuskan pedangnya dan hendak menikam Rasulullah. Saat ujung pedang Suroqoh hamper mengenai kulit Rasulullah, tiba-tiba Suroqoh kembali terperosok ke dalam bumi untuk kedua kalinya.

Suroqoh pun kembali berteriak meminta tolong kepada Rasulullah. Dan Rasulullah pun menolongnya lagi. Setelah selamat, Suroqoh pun mendekat dan bersimpuh di hadapan unta yang dikendarai Rasulullah, seraya berkata,”Wahai Muhammad, beritahukanlah kepadaku tentang Tuhanmu. Sekiranya Dia memiliki kekuasaan sehebat itu, apakah Tuhanmu itu terbuat dari emas ataukah perak?

Rasulullah pun menundukkan kepalanya. Dan Malaikat Jibril pun datang membawa wahyu, yakniSurat Al-Ikhlas sebagai jawaban atas pertanyaan Suroqoh.

Katakanlah (wahai Muhammad):  Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlash:1-4)

berikut ini sedikit keutamaan surat al ikhlas:

1. bagi yang senantiasa membacanya, demi mengharap ridho Allah swt, maka akan masuk surga. hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW, Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Abdullah bin Abdurrahman dari 'Ubaid bin Hunain budak keluarga Zaid bin Al Khaththab dia berkata; Aku telah mendengar Abu Hurairah berkata; "Aku datang bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, lalu beliau Shallallallahu'alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki membaca surat Al Ikhlas: qul huwallahu ahad, allahush-shamad lam yalid walam yulad walam yakullahu kufuwan ahad. Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam kemudian bersabda: 'Wajib baginya'. Aku bertanya, 'Apa yang wajib bagi dia wahai Rasulullah Shallallallahu'alaihi wasallam? ' Beliau Shallallallahu'alaihi wasallam menjawab: Surga. ( HR. Nasai )
2. membaca surat al ikhlas, seperti membaca sepertiga al qur'an. seperti sabda Nabi SAW berikut ini, ........ Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidakkah salah seorang dari kalian mampu membaca sepertiga Al Qur`an dalam waktu semalam, barangsiapa membaca ALAAHUL WAAHIDUSH SHAMAD (Surat Al Ikhlas) berarti dia membaca sepertiga Al Qur`an......... ( HR. Tirmidzi )
3. surat yang di sukai oleh Allah swt. Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih telah menceritakan kepada kami Ibn Wahb telah menceritakan kepada kami Amru dari Ibnu Abu Hilal bahwa Abu Rijal Muhammad bin Abdurrahman menceritakan kepadanya dari Ibunya Amrah binti Abdurrahman yang dahulu dalam asuhan Aisyah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dari 'Aisyah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengutus seorang laki-laki dalam sebuah eskpedisi militer, lantas laki-laki tersebut membaca untuk sahabatnya dalam shalatnya dengan QULHUWALLAHU AHAD (Surat al Ikhlash) dan menutupnya juga dengan surat itu. Dikala mereka pulang, mereka menceritakan hal ini kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lantas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tolong tanyailah dia, mengapa dia berbuat sedemikian? ' Mereka pun menanyainya, dan sahabat tadi menjawab, 'Sebab surat itu adalah menggambarkan sifat Arrahman, dan aku sedemikian menyukai membacanya.' Spontan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah menyukainya." ( HR. Bukhari )

mungkin itu tadi sedikit tentang ke utamaan dari surat al ikhlas. semoga kita bisa mengamalkan apa yang terkandung dari surat al ikhlas tersebut. aminn.

Minggu, 10 November 2013

BAGAIMANA DOA DAPAT MEMPERCEPAT KESEMBUHAN PASIEN

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Al Mu'min, 40:60)
Menurut Al Qur'an, doa, yang berarti "seruan, menyampaikan ungkapan, permintaan, permohonan pertolongan," adalah berpalingnya seseorang dengan tulus ikhlas kepada Allah, dan memohon pertolongan dari-Nya, Yang Mahakuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, dengan kesadaran bahwa dirinya adalah wujud yang memiliki kebergantungan. Penyakit adalah salah satu dari contoh tersebut yang dengannya manusia paling merasakan kebergantungan ini dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Tambahan lagi, penyakit adalah sebuah ujian, yang direncanakan menurut Hikmah Allah, yang terjadi dengan Kehendak-Nya, dan sebagai peringatan bagi manusia akan kefanaan dan ketidaksempurnaan kehidupan ini, dan juga sebagai sumber pahala di Akhirat atas kesabaran dan ketaatan karenanya.
Sebaliknya mereka yang tidak memiliki iman, meyakini bahwa jalan kesembuhan adalah melalui dokter, obat atau kemampuan teknologi mutakhir dari ilmu pengetahuan modern. Mereka tidak pernah berhenti untuk merenung bahwa Allah-lah yang menyebabkan keseluruhan perangkat tubuh mereka untuk bekerja di saat mereka sedang sehat, atau Dialah yang menciptakan obat yang membantu penyembuhan dan para dokter ketika mereka sakit. Banyak orang hanya kembali menghadap kepada Allah di saat mereka sadar bahwa para dokter dan obat-obatan tidak memiliki kesanggupan. Orang-orang yang berada pada keadaan tersebut memohon pertolongan hanya kepada Allah, setelah menyadari bahwa hanya Dialah yang dapat membebaskan mereka dari kesulitan. Allah telah menyatakan pola pikir ini dalam sebuah ayat:
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (QS, Yunus, 10:12)
Padahal sesungguhnya, sekalipun dalam keadaan sehat, atau tanpa cobaan atau kesulitan lain, seseorang wajib berdoa dan bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan, kesehatan dan seluruh karunia yang telah Dia berikan.
Inilah satu sisi paling penting dari doa: Di samping berdoa dengan lisan menggunakan suara, penting pula bagi seseorang melakukan segala upaya untuk berdoa melalui perilakunya. Berdoa dengan perilaku bermakna melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk mencapai harapan tertentu. Misalnya, di samping berdoa, seseorang yang sakit sepatutnya juga pergi ke dokter ahli, menggunakan obat-obatan yang berkhasiat, dan menjalani perawatan rumah sakit jika perlu, atau perawatan khusus dalam bentuk lain. Sebab, Allah mengaitkan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada sebab-sebab tertentu. Segala sesuatu di dunia dan di alam semesta terjadi mengikuti sebab-sebab ini. Oleh karena itu, seseorang haruslah melakukan segala hal yang diperlukan dalam kerangka sebab-sebab ini, sembari berharap hasilnya dari Allah, dengan kerendahan diri, berserah diri dan bersabar, dengan menyadari bahwa Dialah yang menentukan hasilnya.
Pengaruh menguntungkan dari keimanan dan doa bagi orang sakit, dan bagaimana hal ini dapat mempercepat penyembuhan adalah sesuatu yang telah menarik perhatian dari dan dianjurkan oleh para dokter. Dengan judul "God and Health: Is Religion Good Medicine? Why Science Is Starting to Believe" [Tuhan dan Kesehatan: Apakah Agama Adalah Obat Yang Baik? Mengapa Ilmu Pengetahuan Mulai Percaya], majalah terkenalNewsweek terbitan tanggal 10 November 2003 mengangkat pengaruh agama dalam penyembuhan penyakit sebagai bahasan utamanya. Majalah tersebut melaporkan bahwa keimanan kepada Tuhan meningkatkan harapan pasien dan membantu pemulihan mereka dengan mudah, dan bahwa ilmu pengetahuan mulai meyakini bahwa pasien dengan keimanan agama akan pulih lebih cepat dan lebih mudah. Menurut pendataan oleh Newsweek, 72% masyarakat Amerika mengatakan mereka percaya bahwa berdoa dapat menyembuhkan seseorang dan berdoa membantu kesembuhan. Penelitian di Inggris dan Amerika Serikat juga telah menyimpulkan bahwa doa dapat mengurangi gejala-gejala penyakit pada pasien dan mempercepat proses penyembuhannya.
Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan, depresi dan stres teramati pada orang-orang yang taat beragama dengan tingkat rendah. Dan, menurut penemuan di Universitas Rush di Chicago, tingkat kematian dini di kalangan orang-orang yang beribadah dan berdoa secara teratur adalah sekitar 25% lebih rendah dibandingkan pada mereka yang tidak memiliki keyakinan agama. Penelitian lain yang dilakukan terhadap 750 orang, yang menjalani pemeriksaan angiocardiography [jantung dan pembuluh darah], membuktikan secara ilmiah "kekuatan penyembuhan dari doa." Telah diakui bahwa tingkat kematian di kalangan pasien penyakit jantung yang berdoa menurun 30% dalam satu tahun pasca operasi yang mereka jalani.
Sejumlah contoh doa yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah:
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QS. Al Anbiyaa', 21:83-84)
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.  Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al Anbiyaa', 21:87-88)
Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.(QS. Al Anbiyaa', 21:89-90)
Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami). (QS. Ash Shaaffaat, 37:75)
Sebagaimana telah disebutkan, doa tidak semestinya hanya dilakukan untuk menghilangkan penyakit, atau kesulitan-kesulitan duniawi lainnya. Orang beriman yang sejati haruslah senantiasa berdoa kepada Allah dan menerima apa pun yang datang dari-Nya. Kenyataan bahwa sejumlah manfaat doa yang diwahyukan di dalam banyak ayat Al Qur'an kini sedang diakui kebenarannya secara ilmiah, sekali lagi mengungkapkan keajaiban yang dimiliki Al Qur'an.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah, 2:186) 

uang 

Minggu, 15 September 2013

tafsir ibnu katsir

selamat pagi semua. kali ini saya ingin berbagi tafsir ibnu katsir sesuai dengan janji saya dulu. sekilas tentang ibnu katsir
Tercatat guru pertama Ibnu Katsir adalah Burhanuddin al-Fazari, seorang ulama penganut mazhab Syafi'i. Ia juga berguru kepada Ibnu Taymiyyah di Damaskus, Suriah, dan kepada Ibnu al-Qayyim. Ia mendapat arahan dari ahli hadis terkemuka di SuriahJamaluddin al-Mizzi, yang di kemudian hari menjadi mertuanya. Ia pun sempat mendengar langsung hadis dari ulama-ulamaHejaz serta memperoleh ijazah dari Al-Wani.
Tahun 1366, oleh Gubernur Mankali Bugha Ibnu Katsir diangkat menjadi guru besar di Masjid Ummayah Damaskus.
Ulama ini meninggal dunia tidak lama setelah ia menyusun kitab Al-Ijtihad fi Talab al-Jihad (Ijtihad Dalam Mencari Jihad) dan dikebumikan di samping makam gurunya, Ibnu Taimiyah. ( sumber: wikipedia )
bagi teman - teman semua yang menginginkan bisa download di sini.
sekian dari saya, semoga bermanfaat.

Kamis, 22 Agustus 2013

setiap ada kemauan pasti ada jalan

selamat malam semua. apa kabar? maaf lama tidak up date. kali ini saya mau share pengalaman pribadi saya lagi.
Kira2 3 minggu yang lalu saya ingin mencari terjemah Al Qur'an karya Ibnu Katsir, yang mana menjadi rujukan para ulama, dan juga termasuk yang banyak di gunakan oleh kaum muslimin. Ketika awal2 mencari, terlihat cukup banyak dari para sobat bloger yang siap untuk di download, tapi sayang tidak lengkap dan juga linknya ada yang mati / eror. Tapi saya tidak menyerah untuk mencari yang versi lengkapnya. Pada H+2 lebaran, saya main ke warnet untuk mencari lebih leluasa ( waktu pertama mencari saya menggunakan hp ). Berbekal beberapa link yang saya dapat tersebut saya ingin mendownloadnya, tapi ternyata tidak lengkap dan link yang eror. akhirnya saya mendapatkan sebuah link yang menyediakan tafsir ibnu katsir yang lengkap yaitu http://www.4shared.com/zip/JcJaEpiv/tafsir-ibnu-katsir-__lengkap_1.html. saya pun jadi teringat dengan sabda Nabi SAW "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan".
أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول ا
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah

Allah akan memberikan kita jalan kalau kita sudah mengerahkan seluruh kemampuan yang kita miliki, dan rasa2nya tidak berhasil, baru Allah akan memberikan kita jalan keluar. Itu adalah beberapa hal yang sudah saya alami sendiri. semoga sedikit tulisan ini bisa menjadi bermanfaat bagi teman2 sekalian dan saya sendiri.

Rabu, 10 Juli 2013

Hawa nafsu

Selamat siang sobat bloger. Bagaimana kabarnya? Semoga di puasa hari ke 2 ini masih di beri kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa sampai nanti selesai. Sobat bloger semua, kali ini saya ingin share tentang penciptaan hawa nafsu. Dahulu kala, setelah Allah menciptakan malaikat, di ciptakanlah jin dan hawa nafsu. Jin di ciptakan Allah dari api, sama halnya dengan hawa nafsu. Ketika hawa nafsu selesai di ciptaka, Allah berfirman, "Siapa Tuha-mu"? Hawa nafsu menjawab, "Aku adalah Tuhan". Allah pun memasukkan hawa nafsu ke dalam neraka. Selang beberapa waktu di neraka, Allah mengeluarkan hawa nafsu dari neraka dan menyuruhnya menghadap kepada Allah. Setelah berada di hadapan Allah, hawa nafsu di tanya dengan pertanyaan yang sama, "Siapa Tuhanmu"? Aku adalah Tuhan, jawab hawa nafsu. Allah pun memasukkannya ke dalam neraka lagi. Kejadian ini berulang sampai 3x, baru pada yang ke 3 hawa nafsu mengakui, bahwa Allah adalah Tuhannya. Wahai sahabat sekalian, itulah kenapa hawa nafsu sangat susah untuk kita tundukkan, karena memang ia sangat kuat. Tapi, bagaimana pun kuatnya ia, dengan izin dan pertolongan Allah kita dapat untuk mengalahkan dan melemahkan hawa nafsu. Sekian dulu dari saya, di lain waktu Insya Allah saya akan share bagaimana cara untuk melemahkan hawa nafsu.

Jumat, 05 Juli 2013

Syukur cara Nabi SAW

Selamat pagi semua. Kali ini saya akan berbagi nasihat dari Nabi SAW. Pada suatu ketika Nabi SAW pernah di tanya oleh aisya ra, Wahai Muhammad, kenapa engkau masih saja mengerjakan shalat, pada hal Allah sudah menjamin engkau masuk surga? Nabi SAW menjawab, Apakah aku tidak boleh bersyukur karena Allah telah menjamin aku masuk surga? Dari percakapan singkat di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwa, Nabi SAW yang sudah jelas-jelas masuk surga saja masih melaksanakan shalat, kenapa kita sebagai umat beliau yang belum ada jaminan masuk surga, bemalas-malasan untuk melaksanakan shalat? Pada hal shalat adalah amalan pertama yang akan di hisab di akhirat nanti. Dan apa bila shalat kita baik, maka amal kita yang lain akan baik pula ( tidak akan di hisab ), tapi bila shalat kita rusak, maka amal yang lain akan rusak pula ( akan di hisab/di periksa dengan teliti ). Oleh sebab itu, marilah teman-teman kita menjaga shalat kita, agar kita di akhirat kelak semua amal kita menjadi baik, lantaran kita menjaga shalat kita. Selain itu, shalat sebagai bentuk syukur kita kepada Allah. Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

Minggu, 23 Juni 2013

Hikmah

Salam bloger semua. Kali ini saya mau sharing pengalaman pribadi saya. Kejadian ini tidak terduga. Kemarin sore, sehabis pulang dari bekerja, saya mampir dulu ke toko, guna membeli kebutuhan dapur. Sewaktu tiba di toko yang saya tuju, ternyata banyak yang antri. Setelah menunggu cukup lama, tibalah giliran saya. Setelah memilih barang yang mau saya beli, saya serahkan pada yang empunya toko untuk di hitung. Tiba-tiba terdengar suara adzan maghrib berkumandang dari masjid tidak jauh dari toko tersebut. Tiba-tiba, empunya toko mengucapkan "Alhamdulillah". Saya heran, terus bertanya, Apa sedang puasa mas? Dia menjawab, Apa kita hanya mengucapkan "Alhamdulillah" ketika akan berbuka. Dia meneruskan ucapannya, Alhamdulillah saya masih di beri kesempatan hidup sampai maghrib. Saya pun membenarkan apa yang di ucapkan si empu toko. Setelah saya pulang dari toko tersebut mulai berfikir, ternyata selama ini saya kurang bersyukur dengan apa yang di berikan Allah kepada saya, saya selalu merasa kurang, maka saya tidak pernah cukup. Dari pengalaman saya tersebut saya bisa mengambil pelajaran : 1. Jangan melihat orangnya bila berbicara, tetapi lihat/dengarkan apa yang dia bicarakan. 2. Banyak bersyukur akan menambah banyak rezeki. 3. Hikmah bisa datang dari siapa saja, tidak peduli tua/muda, besar/kecil, laki/perempuan. Mungkin pelajaran itu yang bisa saya dapatkan. Teman-teman ada yang mau menambahkan?