Selasa, 29 Mei 2018

taubat


Selamat siang semua, semoga tetap dalam lindungan Allah swt. Kembali lagi bertemu dengan saya di blog sederhana ini. Kali ini saya menulis tentang Taubat. Siapa diantara kita semua yang tidak pernah melakukan yang namanya Dosa? Pasti kita semua pernah melakukan yang namanya dosa, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja, baik itu dosa kecil apa lagi dosa besar. Tentu sebagai manusia kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya dosa, sebab manusia memang tempatnya salah dan dosa. Tinggal bagaimana kita menyikapi tentang salah dan dosa tersebut, apakah kita akan tenggelam di dalamnya atau kita akan bangkit dan membersihkan dosa tersebut, semua kembali kepada kita.
Dalam Islam, dosa hanya bisa di tebus dengan Taubat. Taubat berarti kembali kepada Allah swt sebagai pemilik alam semesta ini. Jika kita ingin bertaubat, ada 3 syarat utama agar taubat kita di terima oleh Allah swt. 1. Hendaklah menghentikan sama sekali seketika itu juga dari kemaksiatan yang di lakukan. 2. Supaya menyesal karena telah melakukan kemaksiatan itu tadi. 3. Supaya berniat tidak akan mengulangi perbuatan maksiat itu tadi selama-lamanya. Jikalau dari ke tiga hal tersebut ada yang tidak di laksanakan, maka tidak sah taubatnya. Namun apa bila kemaksiatan itu ada hubungnnya dengan manusia, maka hendaklah dia meminta maaf, atau apa bila ada hubungnnya dengan harta, maka harap di kembalikan.
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan bertaubatlah engkau semua kepada Allah, hai sekalian orang Mu'min, supaya engkau semua memperolehi kebahagiaan." (an-Nur: 31)
Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Mohon ampunlah kepada Tuhanmu semua dan bertaubatlah kepadaNya." (Hud: 3)
Dan lagi firmanNya:
"Hai sekalian orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang nashuha - yakni yang sebenar-benarnya." (at-Tahrim: 8)
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Demi Allah, sesungguhnya saya itu nescayalah memohonkan pengampunan kepada Allah serta bertaubat kepadaNya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali." (Riwayat Bukhari)
Dari Aghar bin Yasar al-Muzani r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Hai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohonlah pengampunan daripadaNya, kerana sesungguhnya saya ini bertaubat dalam sehari seratus kali." (Riwayat Muslim)



Minggu, 27 Mei 2018

pentingnya niat

selamat sore semua, apa kabar? semoga semua baik-baik saja. bertemu lagi dengan saya di blog ini, setelah lama vakum di karenakan kesibukan yang sulit di tinggalkan. kali ini saya akan menulis dan berbagi ilmu dengan kalian semua tentang pentingnya niat. dalam sebuah kesempatan, Rasulullah pernah bersabda yang artinya, "sesungguhnya sesuatu itu bergantung pada niatnya". melihat hal tersebut, maka alangkah baiknya kita bila akan melakukan sesuatu lebih baik kita berniat terlebih dahulu. kaarena apa yang kita niatkan, maka itu yang akan kita laksanakan dan memperoleh pahala dari Allah swt.

Dari Amirul mu'minin Abu Hafs iaitu Umar bin Al-khaththab bin Nufail bin Abdul 'Uzza bin Riah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin 'Adi bin Ka'ab bin Luai bin Ghalib al-Qurasyi al-'Adawi r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda [3] :
"Hanyasanya semua amal perbuatan itu dengan disertai niat-niatnya dan hanyasanya bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya. Maka barangsiapa yang hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itupun kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu untuk harta dunia yang hendak diperolehinya, ataupun untuk seorang wanita yang hendak dikahwininya, maka hijrahnyapun kepada sesuatu yang dimaksud dalam hijrahnya itu."

(Muttafaq (disepakati) atas keshahihannya Hadis ini)

itu adalah contoh pada masa Nabi SAW masih hidup dan ketika itu ada salah seorang sahabat yang ikut hijrah, namun hijrahnya sahabat tersebut bukan karena Allah dan RasulNya, melainkan karena seorang wanita. maka apa yang di dapatkan oleh sahabat tersebut adalah apa yang ia niatkan, yaitu wanita itu. sedangkan pahala ia tidak mendapatkannya. alangkah ruginya kita bila hanya mengejar dunia, sementara akhirat kita tinggalkan, pada hal dunia ini akan di tinggalkan, sementara kita akan kembali kepada Allah. Allah swt juga berfirman : 
 وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء ويقيموا الصلاة، ويؤتوا الزكاة، وذلك دين القيمة
"Dan tidaklah mereka itu diperintahkan melainkan supaya sama menyembah Allah, dengan tulus ikhlas menjalankan agama untuk-Nya semata-mata, berdiri lurus dan menegakkan shalat serta menunaikan zakat dan yang sedemikian itulah agama yang benar." (al-Bayyinah: 5)
Allah Ta'ala berfirman pula:
لن ينال الله لحومها ولا دماؤها ولكن يناله التقوى منكم
"Sama sekali tidak akan sampai kepada Allah daging-daging dan darah-darah binatang korban itu, tetapi akan sampailah padaNya ketaqwaan dan engkau sekalian." (al-Haj: 37)
Allah Ta'ala berfirman pula:
‏قل إن تخفوا ما في صدوركم أو تبدوه يعلمه الله
"Katakanlah - wahai Muhammad [2] ,sekalipun engkau  semua sembunyikan apa-apa yang ada di dalam hatimu ataupun engkau sekalian tampakkan, pasti diketahui juga oleh Allah." (ali-lmran: 29)
maka dari itu, mulai dari sekarang mari kita luruskan niat kita untuk beribadah kepada Allah serta mengikuti apa yang di sunahkan oleh Rasulullah SAW. lebih baik kita sedikit melakukan sebuah amalan, tetapi terus menerus, dari pada kita melakukan sebuah amalan yang banyak tapi cuma sekali.
mungkin sekian dulu dari saya, sampai bertemu lagi pada tulisan saya yang lain. terimakasih sudah berkunjung ke blog sederhana saya.