Pegangan Hidup
Dalam kehidupan kita di dunia ini kita hanya sementara. Hidup
yang sementara ini harus kita pergunakan dengan sebaik-baiknya agar tidak
menyesal di kemudian hari. Kita sebagai umat Islam, harus percaya dengan adanya
hari Akhir / Kiamat, sebab itu termasuk rukun Iman. Dalam hidup di dunia ini
kita sering merasakan senang, susah, sehat, sakit dan lain sebagainya. Semua itu
adalah ujian dari Allah SWT sebab, Allah ingin menguji tingkat keimanan kita
semua. Seperti halnya anak-anak sekolah, untuk naik kelas mereka harus menempuh
ujian yang berat untuk bias naik kelas, hanya anak-anak sekolah saja yang
menempuh ujian tersebut, kita yang tidak sekolah, tidak akan merasakan berat
dan susahnya ujian tersebut, karena memang tidak sekolah. Orang yang beriman
seperti anak sekolah tersebut, semakin berat ujian yang diterima, maka tingkat
keimanan akan semakin tinggi.
Allah SWT telah berfirman dalam Al Qur’an yang artinya :
Surat
5. AL MAA-IDAH - Ayat 48
Dan
Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan
apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu
ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka
menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka
dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami
berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu
dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap
pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.
Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu
apa yang telah kamu perselisihkan itu,
Surat
17. AL ISRAA' - Ayat 60
Dan
(ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu
meliputi segala manusia". Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami
perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al
Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah
menambah besar kedurhakaan mereka.
Surat
37. ASH SHAAFFAAT - Ayat 106
Sesungguhnya ini
benar-benar suatu ujian yang nyata.
Surat
39. AZ ZUMAR - Ayat 49
Maka
apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan
kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah
karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi
kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
Rasulullah
SAW pernah bersabda :
Dan dengan sanad ini
(Yaitu; Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami
Al Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Sa'id bin Sinan dari Anas berkata:) dari
Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam beliau bersabda: "Sesungguhnya
besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian, dan apabila Allah cinta kepada
suatu kaum Dia akanmenguji mereka,
barangsiapa yang ridla maka baginya keridlaan Allah, namun barangsiapa yang
murka maka baginya kemurkaan Allah." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan
gharib dari jalur sanad ini. (Hadis Riwayat Tirmidzi)
Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya seorang hamba, apabila pernah
memiliki kedudukan dari Allah, yang tidak ia peroleh dengan amalannya maka
Allah mengujinya pada jasadnya, harta, atau pada anaknya."
(Hadis Riwayat
Abu Daud)
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id
berkata, "Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada seorang
laki-laki didatangi kematian, lalu ada seseorang berkata; "Selamat
untuknya, dia meninggal tanpa diuji dengan penyakit." Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Celaka kamu! Tidakkah kamu tahu, kalau Allahmengujinya dengan penyakit niscaya dengan penyakit itu
akan dilebur keburukan-keburukannya! " (Hadis Riwayat Malik)
Oleh sebab itu apa bila kita mendapat ujian (untuk
orang-orang yang beriman) maka berbaik sangkalah kepada Allah, itu pertanda
Allah menyanyangi kita. Seperti yang telah di firmankan oleh Allah dalam Al Qur’an
dan sabda Nabi Muhammad SAW yang tersebut di atas tersebut.
Oleh sebab itu kita harus berpegang teguh kepada tali agama
yang telah di berikan oleh Allah. Tali agama Alllah adalah apa yang telah di
wariskan oleh Nabi SAW yaitu, Al Qur’an dan As Sunnah. Dengan berpegang pada
tali agama (pusaka umat Islam) tersebut maka insya Allah kita akan selamat dan
tidak akan tersesat. Seperti yang telah apa yang di sabdakan Nabi SAW berikut
ini :
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin
Mahdi telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah yaitu Ibnu Shalih dari Dlamrah
bin Habib dari Abdurrahman bin 'Amr As-Sulami sesungguhnya telah mendengar Al
'Irbadl bin Sariyah berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memberi
nasehat kepada kami dengan nasehat yang menyebabkan mata bercucuran dan hati
menjadi tergetar. Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah
nasehat perpisahan, apa yang anda janjikan kepada kami?". Beliau bersabda:
"Sungguh saya telah meninggalkan kalian dalam keadaan yang sangat jelas,
malamnya sebagaimana siangnya. Tidak akan menyeleweng setelahku kecuali dia
akan binasa. Barangsiapa yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan
yang banyak. Maka berpeganglahdengan apa yang kalian ketahui dari sunnahku dan
sunnah Khulafa' Rasyidin yang mendapat petunjuk. Kalian
harus taat, walau terhadap hamba dari Habasyah, gigitlah dengan gigi geraham.
Hanyasanya seorang mukmin itu laksana unta yang penurut, kemana dituntun dia
akan nurut." (Hadis Riwayat Ahmad)
Telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Harb
telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Daud dari As Sya'bi,
bahwasanya Umar radliallahhu 'anhu berkata; "Wahai manusia, kami tidak
mengetahui mungkin saja kami memerintah kalian melakukan beberapa hal yang
tidak halal bagi kalian, dan mungkin saja kami mengharamkan beberapa hal atas
kalian padahal ia halal bagi kalian, sesungguhnya yang terakhir turun dari Al
Qur`an adalah ayat (tentang) riba. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
tidak menjelaskannya kepada kami hingga beliau wafat maka
tinggalkanlah apa saja yang membuat kalian ragu dan berpeganglah pada
sesuatau yang kalian tidak ragu (padanya)." (Hadis Riwayat Dharimi)
Allah SWT juga berfirman
yang artinya :
Surat 3. ALI 'IMRAN - Ayat
103 :
Dan
berpeganglah
kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai
berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa
Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah
kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di
tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah
Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Surat 7. AL A'RAAF - Ayat
145
Dan
telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai
pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah
kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti Aku
akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.
Surat 22. AL HAJJ - Ayat 78
Dan
berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah
memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai
kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al
Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua
menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah
zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia
adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
Demikian tulisan yang saya buat, semoga bias menambah
pengetahuan bagi kita semua, bias menambah keimanan dan bertambah ketakwaan
kita kepada Allah SWT.