Rabu, 10 Juli 2013

Hawa nafsu

Selamat siang sobat bloger. Bagaimana kabarnya? Semoga di puasa hari ke 2 ini masih di beri kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa sampai nanti selesai. Sobat bloger semua, kali ini saya ingin share tentang penciptaan hawa nafsu. Dahulu kala, setelah Allah menciptakan malaikat, di ciptakanlah jin dan hawa nafsu. Jin di ciptakan Allah dari api, sama halnya dengan hawa nafsu. Ketika hawa nafsu selesai di ciptaka, Allah berfirman, "Siapa Tuha-mu"? Hawa nafsu menjawab, "Aku adalah Tuhan". Allah pun memasukkan hawa nafsu ke dalam neraka. Selang beberapa waktu di neraka, Allah mengeluarkan hawa nafsu dari neraka dan menyuruhnya menghadap kepada Allah. Setelah berada di hadapan Allah, hawa nafsu di tanya dengan pertanyaan yang sama, "Siapa Tuhanmu"? Aku adalah Tuhan, jawab hawa nafsu. Allah pun memasukkannya ke dalam neraka lagi. Kejadian ini berulang sampai 3x, baru pada yang ke 3 hawa nafsu mengakui, bahwa Allah adalah Tuhannya. Wahai sahabat sekalian, itulah kenapa hawa nafsu sangat susah untuk kita tundukkan, karena memang ia sangat kuat. Tapi, bagaimana pun kuatnya ia, dengan izin dan pertolongan Allah kita dapat untuk mengalahkan dan melemahkan hawa nafsu. Sekian dulu dari saya, di lain waktu Insya Allah saya akan share bagaimana cara untuk melemahkan hawa nafsu.

Jumat, 05 Juli 2013

Syukur cara Nabi SAW

Selamat pagi semua. Kali ini saya akan berbagi nasihat dari Nabi SAW. Pada suatu ketika Nabi SAW pernah di tanya oleh aisya ra, Wahai Muhammad, kenapa engkau masih saja mengerjakan shalat, pada hal Allah sudah menjamin engkau masuk surga? Nabi SAW menjawab, Apakah aku tidak boleh bersyukur karena Allah telah menjamin aku masuk surga? Dari percakapan singkat di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwa, Nabi SAW yang sudah jelas-jelas masuk surga saja masih melaksanakan shalat, kenapa kita sebagai umat beliau yang belum ada jaminan masuk surga, bemalas-malasan untuk melaksanakan shalat? Pada hal shalat adalah amalan pertama yang akan di hisab di akhirat nanti. Dan apa bila shalat kita baik, maka amal kita yang lain akan baik pula ( tidak akan di hisab ), tapi bila shalat kita rusak, maka amal yang lain akan rusak pula ( akan di hisab/di periksa dengan teliti ). Oleh sebab itu, marilah teman-teman kita menjaga shalat kita, agar kita di akhirat kelak semua amal kita menjadi baik, lantaran kita menjaga shalat kita. Selain itu, shalat sebagai bentuk syukur kita kepada Allah. Sekian dari saya, semoga bermanfaat.